Tampilkan postingan dengan label khasiat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label khasiat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Mei 2013

KHASIAT TANAMAN OBAT TERATAI

Tanaman air menahun yang indah, asli dari daratan Asia. Teratai dibudidayakan di perairan dan kolam, kadang ditemukan tumbuh liar di rawa-rawa. Tanaman air yang tumbuh tegak. Rimpang tebal bersisik, tumbuh menjalar. Daun dan bunga keluar langsung dari rimpangnya yang terikat pada lumpur di dasar kolam. Helaian daun lebar dan bulat, disangga oleh tangkai yang panjang dan bulat berdiameter 0,5-1 cm, panjangnya 75-150 cm. Daun menyembul ke atas permukaan air, menjulang tegak seperti perisai. Permukaan daun berlilin; warnanya hijau keputihan, tepi rata, bagian tengah agak mencekung, tulang daun tersebar dari pusat daun ke arah tepi, diameter 30-50 cm. Bunganya harum, tumbuh menjulang di atas permukaan air dengan tangkai bulat panjang dan kokoh, panjang tangkai bunga 75-200 cm. Diameter bunga 15-25 cm, benang sari banyak kepala sari kuning, mahkota bunga lebar, ada yang engkel dan ada yang dobel dengan warna merah jambu, putih dan kuning. Bunga mekar sehari penuh dari pagi sampai sore hari. Setelah layu, mahkota bunga berguguran sampai akhirnya tersisa dasar bunga yang akan menjadi bakal buah, bentuknya seperti kerucut terbalik dengan permukaan datar semacam spons dan berlubang-lubang berisi 15-30 biji, warnanya hijau kekuningan, kemudian hijau dan akhirnya coklat hitam, garis tengah 6-11 cm. Biji bentuknya bulat seperti kacang tanah, terdapat dalam lubang-lubang buah yang berbentuk seperti sarang tawon. Biji yang sudah tua warnanya hijau kehitaman, umurnya kira-kira 1 bulan sejak bunganya mekar. Daunnya biasa dipakai sebagai bahan pembungkus, rimpang muda dan biji bisa dimakan. Pemeluk agama Budha menganggap bunga ini sebagai lambang kesucian, tercermin dalam berbagai lukisan dan patung yang menggambarkan Sang Budha sedang duduk bersemedi di atas bunga teratai.Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Biji: Memelihara kondisi jantung, bermanfaat bagi ginjal dan menguatkan limpa. Tunas biji teratai: Menghilangkan panas dalam di jantung, menurunkan panas, menghentikan perdarahan, menahan ejakulasi dini. Kulit biji teratai: Menghentikan perdarahan, Menghilangkan panas dalam di lambung, mengeluarkan panas dan lembab dari usus. Benangsari (kumis bunga teratai): Menghilangkan panas dari jantung, menguatkan fungsi ginjal, menahan ejakulasi dini dan menghentikan perdarahan. Penyangga bunga: Membuyarkan darah beku, menghentikan perdarahan, menolak lembab. Batang teratai (tangkai daun, tangkai bunga): Menurunkan panas dan memperlancar kencing. Daun: Membersihkan panas dan menghilangkan lembab, menaikkan yang jernih, menghentikan perdarahan. Dasar daun: Menurunkan panas dan menghilangkan lembab, menormalkan menstruasi, menguatkan kehamilan. Rimpang: Dimakan mentah berkhasiat menurunkan panas, mendinginkan darah yang panas dan membuyarkan darah beku. Bila dimasak, berkhasiat menguatkan limpa, menambah selera makan, penambah darah, membantu pertumbuhan otot dan menyembuhkan diare. Akar: Menghentikan perdarahan, membuyarkan darah beku, penenang. Tepung rimpang: Menghentikan perdarahan, menambah darah, mengatur fungsi ginjal dan limpa. 

KANDUNGAN KIMIA: Bunga: Quercetin, luteolin, isoquercitrin, kaempferol. Benangsari: Quercetin, luteolin, isoquercitrin, galuteolin, juga terdapat alkaloid. Penyangga bunga (reseptacle): Protein, lemak, karbohidrat, caroten, asam nikotinat, vitamin B1, B2, C dan sedikit mengandung nelumbine. Biji: Kaya akan pati, juga mengandung raffinose, protein, lemak, karbohidrat, kalsium, phosphor dan besi. Kulit biji teratai mengandung nuciferine, oxoushinsunine, N- norarmepavine. Tunas biji teratai: Liensinine, isoliensinine, neferine, nuciferine, pronuciferine, lotusine, methylcorypalline, demethylcoclaurine, galuteolin, hyperin, rutin. Rimpang: Pati, protein, asparagine, vitamin C. Selain itu juga mengandung catechol, d-gallocatechol, neochlorogenic acid, leucocyanidin, leucodelphinidin, peroxidase, dll. Akar: Zat tannic dan asparagine. Daun: Roemerine, nuciferine, nornuciferine, armepavine, pronuciferine, N-nornuciferine, D-N-methylcoclaurine, anonaine, liriodenine, quercetin, isoquercitrin, nelumboside, citric acid, tartaric acid, malic acid, gluconic acid, oxalic acid, succinic acid, zat tannic, dll. Dasar daun teratai: Roemerine, nuciferine dan nornuciferine. Tangkai daun: Roemerine, nornuciferine, resin dan zat tannic. Oxoushinsunine yang terdapat pada kulit biji teratai berkhasiat menekan perkembangan kanker hidung dan tenggorokan, sedangkan biji dan tangkai teratai berkhasiat anti hipertensi.
Penyakit Yang Dapat Diobati :
Diare, disentri, keputihan, kanker nasopharynx, demam, insomnia; Hipertensi, muntah darah, mimisan, batuk darah, sakit jantung; Beri-beri, sakit kepala, berak dan kencing darah, anemia, ejakulasi;

BAGIAN YANG DIPAKAI:
Seluruh tanaman. Rimpang, daun dan tangkai, bunga dan benang sari, biji dan penyangga bunga yang seperti sarang tawon/spons (reseptacle), serta tunas biji. Pemakaian segar atau yang telah dikeringkan.

KEGUNAAN:
Biji:
- Gangguan penyerapan makanan (malabsorbtion).
- Diare karena badan lernah, radang usus kronis (enteritis kronis).
Disentri.
- Muntah-muntah.
- Keputihan, perdarahan pada wanita.
- Mimpi basah (spermatorrhea).
- Susah tidur, banyak mimpi.
- Kencing terasa sakit dan keruh.
- lesu tidak bersemangat (neurasthenia).
- Kanker nasopharynx.

Tunas biji teratai:
- Demam, rasa haus.
- Jantung berdebar, gelisah.
- Muntah darah.
- Ejakulasi dini.
- Mata merah dan bengkak.
- Susah tidur (insomnia).
- Darah tinggi (hipertensi).

Banang sari:
- keluar sperma malam hari (sperrnatorrhea).
- Keputihan (leucorrhea).
- Perdarahan seperti muntah darah, disentri.
- sering kencing.
- Tidak dapat menahan kencing (enuresis).

Remptacle:
- Perdarahan kandungan yang berlebihan.
- Darah haid berlebihan.
- Perdarahan sewaktu hamil.
- Keluar cairan (lochia) yang berlebihan setelah melahirkan.
- Sakit perut bawah akibat sumbatan darah.
- Berak darah, kencing darah.
- Wasir, koreng basah.

Rimpang:
- Demam, rasa haus.
- Batuk darah, muntah darah, mimisan.
- Berak darah, kencing darah. Tekanan darah tinggi.
- Sakit jantung.
- Gangguan lambung.
- Kurang darah (anemia).
- Gangguan pada mati haid (menopause).
- Neurosis.

Akar:
- Muntah darah, mimisan.
- Kencing panas dan merah.
- Batuk darah, berak darah.

Daun:
- Pingsan karena hawa panas (heat stroke).
- Diare karena panas atau lembab.
- Pusing, sakit kepala.
- Beri-beri.
- Perdarahan seperti mimisan, muntah darah, berak darah.
- Perdarahan pada wanita.

Dasar daun:
- Disentri berdarah, diare.
- Bayi dalam kandungan tidak tenang.

Batang:
- Heat stroke, pingsan.
- Dada terasa tertekan karena panas atau lembab.
- Diare, muntah.
- Keputihan.

Bunga:
- Terpukul (trauma).
- Perdarahan.
- Radang kulit bernanah (impetigo).

Tepung rimpang:
- Menambah selera makan,
- Badan lemah dan kurang darah.
- Diare.

PEMAKAIAN:
Untuk minum:
Rimpang: 240 g. Direbus atau di juice.
Daun: 5-12 g, rebus.
Tangkai: 3-5 g, rebus.
Bunga. 3-5 g, rebus.
Benang sari: 3-10 g, rebus.
Receptacle: 10-15 g, rebus.
Biji: 5-12 g, rebus.
Tunas biji teratai: 1,5-3 g, rebus.

CARA PEMAKAIAN:
1. Batuk darah, muntah darah:
Rimpang teratai dicuci bersih lalu dijuice, sampai terkumpul 1 gelas
ukuran 200 cc. Minum, lakukan selama 3-5 hari berturut-turut.

2. Muntah, diare :
50 g rimpang teratai dan 15 g jahe dicuci lalu dijuice atau diparut,
ambil airnya. Minum, sehari 3 kali.

3. Disentri:
50 g rimpang teratai dan 10 g jahe, diparut atau dijuice. Air
perasannya ditambahkan 10O cc air, lalu dipanaskan sampai
mendidih. Setelah dingin tambahkan 1 sendok makan madu, diaduk
lalu diminum.

4. Darah tinggi:
a. 10 g biji teratai dan 15 g tunas biji teratai. (lien sim), direbus
dengan 350 cc air sampai tersisa 200 cc. Minum setiap hari
seperti teh.

b. Tunas biji teratai (lien sim) sebanyak 10-15 g direbus dengan air
secukupnya sampai mendidih, minum sebagai teh. Dapat juga
tunas biji teratai digiling halus, seduh dengan air panas, minum.

5. Panas dalam, gondokan, juga bermanfaat untuk penderita jantung
dan lever:
100 g rimpang teratai dan 50 g rimpang segar alang-alang, dicuci
lalu dipotong-potong secukupnya. Rebus dengan 500 cc air bersih
sampai tersisa 250 cc. Setelah dingin disaring, minum seperti teh.

6. Keluar darah dari hidung (mimisan):
Ruas akar teratai dicuci bersih lalu dijuice. Airnya diteteskan ke
hidung.

Jumat, 10 Mei 2013

KHASIAT MERANG PADI UNTUK PERAWATAN RAMBUT

KHASIAT MERANG PADI UNTUK PERAWATAN RAMBUT
 
 
Merang padi merupakan, salah satu jenis batang yang dihasilkan dari padi, batang pohon padi atau merang ini, ternyata mempunyai khasiat yang bagus terutama untuk kesehatan rambut, khasiat merang padi sebenarnya sudah lama dikenal diIndonesia, semenjak zaman kerajaan dahulu, zaman dahulu khasiat merang padi biasanya digunakan oleh para putri-putri kerajaan untuk merawat rambut.

Khasiat dari merang padi yang paling menonjol adalah untuk menghitamkan rambut, selain aman, cara ini juga mudah untuk dilakukan, adapun cara menghitamkan rambut menggunakan merang padi adalah sebagai berikut :

Siapkan beberapa ikat merang padi yang sudah kering, untuk jumlahnnya tergantung dari rambut yang ingin kita rawat supaya lebih hitam dan berkilau.

Bakar merang padi yang sudah kita siapkan tersebut, sebaiknya merang yang kita bakar didalam wadah, supaya lebih mudah, dan terbuat dari tanah agar tidak ikut terbakar

Merang padi yang sudah kita bakar dan menjadi abu tersebut, kita tambahkan air, sampai terendam semua, sambil diaduk-aduk supaya rata

Campur dengan perasaan jeruk nipis

Biarkan rendaman tersebut, selama satu malam, untuk hasil yang lebih bagus, dalam membiarkan merang padi tersebut, letakkan diudara bebas, tujuannya agar merang padi tersebut terkena embun

Ambil air endapan dari merang padi yang sudah kita biarkan tersebut, ambil air yang jernih yang terdapat dipermukaannya.

Air endapan dari merang padi yang sudah kita ambil tersebut, kita gunakan sebagai keramas.

Lakukan cara tersebut dengan rutin, sebagai saran lakukan tiga kali dalam seminggu, untuk hasil yang lebih maksimal.

Demikianlah share penulis kali ini tentang khasiat merang padi, untuk merawat rambut, selalu kunjungi blog khasiat daun alami untuk mendapatkan tips kesehatan yang lainnya. Selamat mencoba dan semoga berhasil mendapatkan rambut yang hitam berkilau.

Sabtu, 04 Mei 2013

Khasiat tanaman patah tulang

khasiat tanaman patah tulang
Khasiat tanaman patah tulang
Patah tulang (Euphorbia tirucalli) adalah salah satu jenis tanaman herbal yang biasanya dijadikan sebagai tanaman hias. Tanaman patah tulang yang dapat kita manfaatkan sebagai pengobatan adalah, akar, batang kayu, ranting dan getahnya. Khasiat tanaman patah tulang untuk kesehatan cukup banyak, misalnya akar dan ranting dapat untuk menyembuhkan sakit lambung, rematik, tulang sakit, sifilis, wasir, tukak rongga hidung dan nyeri syaraf. Sedangkan batang kayunya dapat menyembuhkan beberapa penyakit kulit, kusta (morbus hansen), kaki dan tangan baal.
Cara pemakaian patah tulang sebagai obat tradisional tentu harus mengikuti beberapa proses seperti juga tanaman herbal yang lain contohnya daun sirsak yang juga harus diolah terlebih dahulu agar dapat menyembuhkan penyakit.
Untuk lebih lengkapnya berikut ini adalah beberapa cara pemakaian tanaman patah tulang untuk mengobati penyakit :
  1. Kulit tertusuk duri atau pecahan kaca. Bagian tubuh atau kulit yang tertusuk duri atau kaca kita olesi dengan getah patah tulang, getah patah tulang dapat mengeluarkan duri atau kaca dengan sendirinya. 
  2. Kapalan (clavus) dan kutil. Ambil 1/2 kg dahan dan ranting patah tulang. Setelah dicuci bersih rebus dengan 4 liter air sampai airnya berkurang menjadi 2 liter. Bagian tubuh atau kulit yang mengalami kutil atau kapalan direndam dalam air rebusan patah tulang tadi dalam keadaan hangat selama kurang lebih 1/2 jam. Setelah dikeringkan oleskan param yang terbuat dari trusi yang telah ditumbuk halus dicampur putih telur, lalu dibalut. 
  3. Patah tulang (fraktur) untuk anda yang mengalami patah tulang (fraktur) dapat menggunakan beberapa cara, yaitu :
    • Kulit diatas tulang yang patah digosong dengan getah patah tulang. 
    • Kulit luar dahan patah tulang digiling halus, tempelkan diatas tulang yang patah, kemudian dibalut. 
    • 3/4 genggam tangkai dan daun patah tulang, 1 genggam daun srigi, dicuci lalu digiling halus. Remas dengan 4 sendok air garam, dihangatkan sebentar. Dipakai untuk menurap bagian tubuh yang patah, lalu dibalut dengan daun bakung/kulit randu. Diganti 2 x sehari
  4. Untuk penyakit frambusi : siapkan 1/2 genggam patah tulang, 1/2 kepalan tangan gadung cina, dicuci lalu kita tumbuk sampai halus. Aduk dengan 1 sendok getah buah kendondong dan dua sendok makan getah buah pepaya muda. Ramuan ini kita gunakan untuk melumas atau menurap kulit yang sakit. Lakukan dua kali sehari. 
  5. Untuk obat tahi lalat yang besar dan gatal. Tahi lalat kita gosok dengan air jeruk nipis, lalu dengan kapas tahi lalat dilumasi dengan getah patah tulang. Lakukan terapi ini benerapa kali sehari, bila sudah kering diulang. Hati-hati jangan sampai terkena mata. 
  6. Sakit gigi. Ambil Beberapa tetes getah patah tulang dengan kapas yang bersih, kemudian kita lumaskan pada gigi yang sakit dan berlubang. Lakukan terapi ino 1-2 kali sehari, hati-hati jangan sampai mengenai gigi yang sehat. 
Catatan : Getah patah tulang berbahaya bagi mata, dapat menyebabkan buta. Bila getah patah tulang masuk kemata cepat bilas dengan air kelapa atau santan.
Inilah beberapa khasiat tanaman patah tulang untuk kesehatan, jenis tanaman sederhana yang dapat kita manfaaatkan untuk kesehatan kita. Semoga bermanfaat dan anda cepat sembuh.